RSS Feeds

Senin, 29 Agustus 2016

Misterius, Sungai Mendidih yang Mengalir di Dalam Hutan

Tak seperti sungai yang lazimnya kita temui. Di hutan Amazon tepatnya di daerah Mayantuyacu, Peru, terdapat sebuah sungai aneh yang airnya sangat panas atau mendidih. Benar-benar sangat cukup untuk merebus hewan-hewan kecil yang masuk berenang di sana. 

Suhu air di sepanjang 6,4-km-rentang sungai antara 50 dan 90 derajat Celsius. Bahkan di beberapa bagian hampir mencapai titik didih 100 derajat. Itu cukup panas untuk menyebabkan luka bakar dalam hitungan detik.

Sungai ini begitu misterius, selain dari beberapa referensi yang bertanggal kembali ke tahun 1930-an tidak ada dokumentasi ilmiah mengenai sungai mendidih ini dan para ahli geologi menyangsikan keberadaannya didasarkan pada kenyataan bahwa untuk mendidihkan bagian dari sungai akan dibutuhkan sejumlah besar panas bumi, yang tidak mungkin ada karena cekungan Amazon terletak 400 mil (645 km) jauhnya dari gunung berapi aktif terdekat.

Keberadaan sungai ini secara resmi dikonfirmasi pada tahun 2011, ketika ilmuwan panas bumi Andrés Ruzo memutuskan untuk menyelidiki sendiri keberadaan sungai yang mendidih setelah mendengar banyak cerita dan legenda yang membuatnya cukup penasaran untuk berangkat mencarinya.

Air sungai yang begitu panas membuat penduduk setempat secara rutin menggunakannya untuk menyeduh teh. Mereka juga percaya bahwa uap air sungai membuat khasiat obat dalam daun pohon Ranaco yang berada di dekat sungai jadi lebih dahsyat.

Namun sejauh ini, belum ada yang mampu memecahkan misteri air sungai yang mendidih. Ruzo hanya dapat memberikan teori sementara - ia percaya bahwa air panas dapat mengalir dari zona sesar, atau celah-celah di bumi, memanaskan berbagai bagian dari sungai.

Source: AMJG

Jumat, 26 Agustus 2016

Langka, Di Daerah ini Matahari Seakan Tak Pernah Terbenam

Matahari, bintang besar yang biasanya senantiasa menyapa kita di pagi hari dan kemudian meninggalkan kita di sore hari. Tapi hal tersebut tak berlaku lagi bila Anda berada di daerah ini. Seakan tak pernah terbenam, matahari terus menemani Anda, bahkan hingga sepanjang hari. Daerah manakah itu?

Yakni Norwegia, negara yang berada di bagian utara dunia tersebut memiliki fenomena yang cukup membuat Anda tercengang. Terdapat beberapa tempat di sana dimana matahari akan bersinar selama 24 jam bahkan saat malam hari. Fenomena ini jelas membuat orang penasaran.

Fenomena yang bernama Midnight Sun terjadi karena kemiringan aksial bumi 23,5 derajat. Semakin dekat ke kutub utara saat memasuki musim panas maka akan semakin lama siang hari atau posisi matahari yang tetap berada di horizon yang sama.

Tempat-tempat tersebut yaitu Alta, Bardufoss, Bodo, Hammerfest, Harstad, Tromso, Longyearbyen, dan Vardo. Longyearbyen menjadi paling spesial karena punya waktu paling panjang, kota itu akan diterangi matahari selama 5 bulan.

Disana kita bisa mendapat pengalaman yang sangat langka, walau jam sudah menunjukan jam 11 malam, tapi matahari masih terus akan bersinar. Momen yang benar–benar langka dan tidak bisa dibeli bukan? Untuk menikmati sinar matahari kita bisa menghabiskan waktu dengan bersepeda, berlayar dengan perahu kecil.

Jumat, 20 Mei 2016

Lihat, Di Bandara ini Ada Dua Kuburan Di Landasan Pesawatnya

Nampak hal aneh yang jelas tak lazim ada di sebuah bandara yang mana terjadi di Amerika Serikat. Sesuatu yang harusnya tidak ada di sebuah bandara tapi justru menarik perhatian turis.

Di tengah bandara internasional Hilton Head atau yang lebih dikenal dengan Savannah, terdapat kuburan di landasan pacunya. Bukan hanya satu tapi dua kuburan sekaligus lengkap dengan nisannya! Ternyata fenomena ini memiliki sejarah sebelumnya.

Dulu, area bandara ini adalah lahan milik keluarga Dotson yang dikelilingi oleh hutan dan pertanian. Karena lahan keluarga, mereka memiliki area pemakaman sendiri khusus untuk keluarga mereka. Kedua makam tersebut adalah milik Richard dan Catherine Dotson yang meninggal antara tahun 1870-1890.

Tahun ini bahkan mendekati 20 tahun sebelum penemu pesawat, Wright Bersaudara menerbangkan pesawat mereka pertama kalinya. Saat perang dunia kedua, militer memerlukan bandara untuk keperluan pasokan dan terpilihlah lahan Keluarga Dotson. Sebenarnya seluruh kuburan telah dipindahkan, namun makam Richard dan Catherine sengaja ditinggalkan.

Lokasi dua makam itu sekarang ditandai oleh dua nisan yang menyatu rata dengan aspal. Sehingga jika dilihat dari kejauhan tidak akan terlihat ada makam di sana. Dan tenang saja, lokasi makam ini ternyata tidak di tengah landasan pacu kok, melainkan di pinggir.