Fenomena Sahara di Selatan Jawa

Gumuk Pasir Parangtritis. (Panduanwisatajogja.com)

Telinga tak asing jika mendengar Pantai Parangtritis. Pantai ini tersohor dan konon memiliki "kerajaan" bawah laut yang dikuasai Nyi Roro Kidul. Ombaknya kadang ganas, menghempas di kilatan pasir keabuan.

Tapi, tak banyak wisatawan yang tahu jika Parangtritis juga memiliki bukit pasir. Dinamai Gumuk Pasir, bukit ini terletak di sebelah selatan Pantai Parangtritis. Luasnya lebih kurang 529 hektare.

Bukit itu terbentuk dari muntahan material vulkanik letusan Gunung Merapi. Material terbawa oleh aliran Sungai Progo dan Sungai Opak, kemudian bermuara di Samudera Hindia.

Hempasan gelombang samudera yang kuat, menggeruskan material menjadi butiran-butiran pasir yang sangat kecil dan lembut. Kemudian, terbawa angin dan membentuk gundukan menyerupai bukit.

Gundukan ini lah yang terkandung dalam nama "Gumuk Pasir". Dalam bahasa Jawa berarti gundukan tanah yang menyembul ke atas. 

Bukit-bukit di sini merupakan daya tarik tersendiri, membentuk lintasan curam. Tak heran jika banyak wisatawan yang berkunjung sambil membawa papan luncur. Mereka mengarungi pasir, merasai pasir layaknya salju.

Gumuk Pasir miliki titik luncur dengan ketinggian bervariasi antara 5 hingga 15 meter. Selain papan luncur, siapkan juga helm, pelindung siku dan kaki, serta wax untuk melicinkan papan luncur. 

Akses ke Gumuk Pasir tidaklah sulit. Wisatawan cukup ke Pantai Parangtritis, sekitar 25 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke arah selatan. Gumuk Pasir dapat ditempuh sekitar 40 menit dari lokasi tersebut.

sumber : http://life.viva.co.id/news/read/456067-fenomena-sahara-di-selatan-jawa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak