Ketawadhu'an itu sama sekali tidak Diukur dari Ucapan

Kalaupun ada yang menilai seseorang tawadhu' karena kata-kata yang dirangkainya, itu salah besar..
Karena ternyata kata-kata tawadhu' itu keluar lebih banyak sebagai basa-basi belaka, dan lebih berbahayanya jika kata-kata itu diucapkan dg tujuan agar orang lain menilai bahwa dia tawadhu' yang sedang berusaha menyembunyikan kehebatan dirinya...
Pangkal ketwadhu'an itu dari hati, yang kemudian terpancarkan dari wajah teduhnya yang penuh keikhlasan...

dan itu susah...
sangat susah...
hati ini lebih sering mengajak kita untuk mengatakan "saya lebih hebat darinya", "dia itu tidak ada apa-apanya", "hartanya jauh di bawah saya", "keilmuan saya jauh lebih tinggi daripada dia", dan puaaaaallliiiiiing berbahaya adalah:
"di hadapan Allah, saya jauh lebih mulia dibandingkan dia"...

Naudzu Billah tsumma na'udzu billah..

Andaikan hati ini portable, maka setiap kamis wage dan ahad pon, akan saya copot, saya bersihkan kotorannya, dan saya ambil semua penyakit-penyakitnya.....

Tapi sayangnya, hati itu selalu berada dalam raga kita, yang jika kita tidak muhasabah, tidak akan tau lagi bagaimana kondisinya...

Yang jika tidak kita terus latih membersihkanya, maka akan bisa lebih kotor daripada tempat pembuangan sampah...

Hati-hati menjaga hati, karena jika tidak hati-hati, hati ini bisa menyakiti hati.


By : Abdul Qodir Al-Marafy
sumber : https://www.facebook.com/cendekiawan.nusantara?fref=ts

1 Komentar

  1. www(dot)updatebetting(dot)co
    [ Sbobet / Live Casino / Ibcbet / Sabung Ayam / Togel / Fishing World / E-Games ]

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak